Beranda > yang aneh-aneh > WALI DAN HIJAU DAUN BAND DIKATAIN ANJING OLEH DAVID NAIF

WALI DAN HIJAU DAUN BAND DIKATAIN ANJING OLEH DAVID NAIF

Gue kebetulan hari ini baru download lagu gratis free mp3 Wali berjudul “Cari Jodoh”, sebulan yang lalu download lagu Hijau Daun “Suara Ku Berharap”. Buat Gue itu lagu musiknya asyik juga, meskipun awalnya kepincut sama lirik lagunya. Hari ini pas blogwalking nemu artikel di Kompas yang membahas mengenai David Naif yang mengolok-olok Hijau Daun dan Wali.

null

null

Wali Jadi Bulan-bulanan David NAIF

Senin, 18/5/2009 KOMPAS ENTERTAINMENT/OKKEGANIA

JAKARTA, KOMPAS.com – Oleh para penggemar mereka, grup Wali boleh dipuja-puja. Tapi, oleh David, vokalis band NAIF dan pentolan grup DVD Boy, Wali dijadikan bulan-bulanan.

Itulah yang terjadi ketika DVD Boy– yang terdiri dari David (vokal dan gitar), Krisna Prameswara (keyboard), dan Indra Raindy (drum)–meramaikan peluncuran album baru grup The Upstairs, Magnet! Magnet!, dalam sebuah acara yang digelar oleh salah satu stasiun radio untuk para anak muda Jakarta, di Score! Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Minggu (17/5). Dengan olok-oloknya di hadapan para penonton, David mengkritik karya “kacang goreng” yang sekarang sedang merajai industri musik negeri ini.

Mula-mula, sehabis menyajikan lagu Gila, dari album perdana DVD Boy, David melontarkan tanya kepada para penonton, “Gimana? Anjing kan lagu gue? Tapi, masih kalah anjing ya dari lagu-lagu Hijau Daun atau Wali! Anjing, dalam kamus David, bisa berarti keren, bisa juga sebaliknya.

Ia lantas menyanyikan secuplik lirik lagu Cari Jodoh dari Wali, “Bapak bapak, ibu ibu…” Setelah itu ia berucap lantang, “Please everybody, please, jangan racuni anak-anak kita dengan lagu-lagu seperti itu!” Ia lalu tertawa. “Kalau mau ancur, sekalian ancur kaya Kuburan (grup yang mulai ngetop dengan lagu Lupa-lupa Ingat),” tambahnya, lalu tertawa lagi.

Para penggemar DVD Boy, The S.I.G.I.T, dan The Upstairs, yang tampil dalam acara tersebut, pun menyambut sindiran David dengan tawa.

Tidak berakhir di situ, David melanjutkan aksinya. Masih dengan candanya, ia mengadakan game dadakan berhadiah dua t-shirt. “Siapa yang bisa menyanyikan lagu Wali dari awal sampai akhir, gue kasih t-shirt,” ujarnya. Tapi, ujungnya, game tersebut urung digulirkan. David malah memberikan begiu saja dua t-shirt kepada dua penonton.

Di panggung itu, DVD Boy, yang mengusung musik pop-elektronik, menyajikan sejumlah lagu dari album perdana mereka, yang berjudul DVD Boy. Lagu-lagu itu, Gila, Dirimu (Seputih Salju), Aku dan Dia, Dansa Selingkuh, Rock It!, dan I Wanna be Your Man. Mereka juga dibantu oleh seorang rapper, Bee. (ATI)

Sumber: Kompas Online

Gue enggak habis pikir sama nih orang. Kok hobby banget ngata-ngatain band lain. Emang lagu elo yang sekarang bagus-bagus? Menciptakan lagu tuh susah, Sob! Lihat aja UNGU sekarang lagunya ancur kaya Chang Chutter (sorry gue anggap ancur karena kedua band beda genre) karena kehabisan ide. Lihat juga Padi atau Kla Project … lagu-lagu sekarang tidak sebagus lagu album-album pertama mereka.

Dulu elu menghina Kangen Band (enggak tahu apa Lu, kalau ring tone gue lagu Kangen Band!). Sekarang Wali sama Hijau Daun elo kritik. Maunya apa sih lu???

null

David Naif Kritik Kangen Band

Pada perayaan ulang tahun majalah Rolling Stones Indonesia beberapa waktu lalu, David Naif berkomentar soal perkembangan musik Indonesia, terutama mengenai banyaknya band-band baru yang muncul di dunia musik tanah air.

Dalam kesempatan itu, dia berkomentar pedas tentang Kangen Band, sebuah band baru asal Lampung yang cukup sukses merebut pencinta musik Indonesia.

Berikut komentarnya:

“Saya senang banyak band-band baru bermunculan di dunia musik Indonesia, tapi please deh. Kangen Band? Tega banget.., jangan lagi deh ngeluarin band seperti itu..,ngerusak aja..”

Hmmm..,gimana ya?bingung juga sih..

Emang sih Kangen Band tuh sedikit low-end..,mungkin sebagian menganggap mereka norak, dengan jenis musik mereka yang sedikit melayu itu..

Tapi seorang David Naif juga gak bijak lah berkomentar seperti itu..
At least, mestinya dia melihat bagaimana perjuangan Kangen Band itu..,dari nothing, menjadi something.., punya album yg dalam waktu 2 bulan aja udah meraih platinum.

Mestinya David bisa menghargai bagaimana kehidupan para personil Kangen sebelum menjadi seperti sekarang. Di Bandar Lampung dulu, mereka tuh ada yang jadi tukang parkir, jualan nasi uduk, ngamen, tukang jual vcd bajakan, bahkan vokalis nya dulu hanya seorang anak muda yatim piatu yang kerjaannya nongkrong2 di gang di daerah Kaliawi, Bandar Lampung. Seorang pentolan mereka, Dodi, yang menjadi pencipta semua lagu Kangen Band, dulunya adalah penjual Es Dawet keliling, dan bapaknya seorang tukang becak (kok jadi kayak very AFI dan Ihsan Idol ya…)

So..? Mereka tuh emang bukan sekumpulan orang pinter, orang kaya, orang keren.. Tapi mereka bisa berusaha, menghasilkan karya yang kebetulan disukai pasar.. Biarpun secara fisik mereka ancur-ancur, lagu2 mereka pun kadang2 norak.. Tapi kan kembali ke selera pasar. Kebetulan masyarakat menyukai musik mereka.. Mulai dari masa2 lagu2 mereka dibajak, kan karya mereka udah dicari-cari.. Apalagi di Lampung, sudah sejak 2-3 tahun terakhir ini sebelum kangen Band go-national, lagu2 mereka diputer dimana2, di angkot, dan juga di mall-mall.

Kalau memang David beranggapan mereka miskin dalam bermusik, mestinya kan dirangkul.. Diajarin bermusik, diajak kerjasama, dinasehatin atau apalah kritik membangun. Jangan menghina seperti itu lah..
Yah, tapi gimana ya, semua punya hak berpendapat.. Bahkan saya pribadi pun dulu menganggap Kangen Band tuh norak, tapi sekarang, sebagai orang Lampung, saya bangga dengan Kangen Band..

Mestinya David Naif nonton Dorce Show pas saat Kangen Band jadi bintang tamunya.. Mungkin dengan begitu dia bisa sedikit menghargai, apa itu perjuangan..

Hidup kan emang keras…

Sumber: alterdenny.multiply.com

  1. ana
    Oktober 30, 2009 pukul 5:47 am | #1

    gw Juga dukung dafit naiff,,,Lanjutkan brow..

  2. Oktober 23, 2009 pukul 12:43 pm | #2

    Huhahaha.. To Powwie : Musik indonesia Memble??? Memang harus gahar??? Kenapa nggak lo masukin aja tuh Band-Band Grindcore,Trash,Death Metal,Metalcore ke blantika musik mainstream ( Major label Indonesia ), biar orang pada tau bahwa Indonesia gak cuma Wali,Hijau Daun dan Kangen Band !!! Respect guys.

    To Psycho : Ayolah teman,jangan menjadi Fasifis… Make PUNK Theart again seperti apa yang di katakan Profane Existence….

    To Dhani : Maaf Bung,,, Apasih tolak ukur kemajuan menurut lo?? Kalau lo hanya melihat kemajuan sebatas kualitas musikalitas dan skill maka lo salah… lo gak paham bagaimana proses seperti kangen band mendapatkan penghargaan dari mayoritas indonesia yang membeli album mereka. Yaa,mungkin anda paham soal musik di bandingkan pemilik blog ini. Mungkn Lo udah ngedengar semua album dari tahun 40 han hingga penghujung tahun ini…. Semua Genre musik udah jadi sarapan pagi lo… Tetapi sekali lagi gw tekankan… Apa sih yang udah lo perbuat? Apa lo sudah bisa memperjuangkan nasib lo? Apa lo sudah bisa bebas dari ketiak kedua orang tua lo??? Ayolah bung,semua punya selera dan skill yang berbeda juga,tetapi juga punya pasar yang berbeda dan tentunya penggemar yang berbeda… Selera anda bagus,dan saya suka
    tetapi jangan memaksakan orang lain menyulkainya !!!

    To Ariplg : Kalau memang Bang David Naif benar-benar perduli dengan kualitas musikalitas Indonesia maka semestinya Beliau jadi Guru Musik yang berjuang demi meningkatnya kualitas musikalitas di Indonesia. Grup sekarang menjadi plagiat??? Apa lo gak tau kalau Naif sendiri juga Plagiat??? Maaf….

    To Pemilik Blog ini : Maaf saya komentar banyak disini… Bang David Naif menilai berdasar-kan penilaian yang Subjektif…jadi tidak perlu di tanggapi secara berlebihan…

    Saya Adalah seorang lelaki dari Medan Sumut yg juga Main Band… Jenis Musik yang saya mainin “CRUSTYGRIND”,dan saya sendiri pemain Lead guitar. Musik saya nggak kalah skill di bandingkan Hellowen ataupun Obituary,namun saya respect terhadap semua musik diluar genre saya. Saya penganut Anarcho Syndicalism….

    Saya suka lagu-lagu Naif. Say tidak suka Nidji,Samson,Kangen Band,Wali,Ungu…. Tetapi saya tidak akan memaki mereka !!! Sebab saya sendiri tidak lebih baik dari mereka.. Jadi Respect…

    maksimalkanaksi@gmail.com adalah email saya… Silahkan kalau kurang puas….

  3. Oktober 9, 2009 pukul 4:45 am | #3

    Salut buat david..
    gw dukung lo……

  4. September 28, 2009 pukul 12:46 am | #4

    Ada bnernya jg tuh david naif..
    gw stuju ma david.. musik indonesia skrg pada memble..
    ktanya qt hate sma malaysia.. eh tetep ajj mengusung aliran melayu..
    tambah katro deh negara kita.

  5. hilda
    Juni 29, 2009 pukul 11:18 am | #5

    double jempol buat david

  6. Juni 23, 2009 pukul 3:48 am | #6

    kritikus pada ngeritik,,
    asal g ngehina punk street aman2 aja dah
    peace my world

  7. dhany
    Juni 13, 2009 pukul 8:31 am | #7

    selera lu aja ancur…..
    bener apa yg di bilang david…industri musik di indonesia turun,,,mundur ga maju…ga sprti zaman nidji n samson itu naik tuh,,,,lo emg udh dbger berapa cd sih,,,,apa pengetahuan lo ttg musiik …secara kaki king, tuck n patty, tielman, pink floyd, lynird skinird, hareem scareem tau ga?? lo dnger dulu 100 rbu cd blh ngomentarin kata2 david….

    go david naif go david naif go…..

  8. teguharyo
    Mei 24, 2009 pukul 6:34 pm | #8

    salut buat David Naif…

    • ariplg
      Juni 7, 2009 pukul 5:51 pm | #9

      Bener gw salut ama David Naif, yg masih peduli ama kualitas musik Indonesia.Karena grup sekarang bisanya ngeplagiat, ga punya ciri khas dan asal laku, kayak jualan kacang goreng.

  9. Mei 20, 2009 pukul 1:04 am | #10

    ymnya apa bro?????

  1. Belum ada trackback.