Doa Nur (doa Cahaya)

November 4, 2009 adiandra20 Tinggalkan komentar
Doa Nur dikenal sebagai Hirz (doa perlindungan) Fatimah Az-Zahra’ (sa). Doa yang diajarkan oleh Rasulullah saw kepada puterinya yang tercinta. Khasiat doa ini Jika didawamkan, dibaca secara istiqamah, akan dapat mempermudah datangnya rizki. Selain itu dapat menyembuhkan penyakit demam, dan sangat bagus dibaca di saat-saat musim penyakit demam.

Bismillâhir Rahmânir Rahîm
Allâhumma shalli `ala Muhammadin wa âli Muhammad

Bismillâhin Nûr, bismillâhi Nûrin nûr, bismillâhi Nûrun ‘alâ nûr, bismillâhil ladzî Huwa Mudabbirul umûr, bismillâhil ladzî khalaqan nûra minan nûr. Alhamdulillâhil ladzî khalaqan nûra minan nûr, wa anzalan nûra ‘alath thûr, fî kitâbin masthûr, fî riqqin mansyûr, bi-qadarin maqdûr, ‘alâ nabiyyin mahbûr. Alhamdulillâhil ladzî Huwa bil-’izzi madzkûr, wa bil-fakhri masyhûr, wa ‘alas sarrâ-i wadh dharrâi masykûr, wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ Muhammadin wa âlihith thâhirîn.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad

Dengan nama Allah Cahaya, dengan nama Allah Cahaya dari segala cahaya, dengan nama Allah Cahaya di atas cahaya, dengan nama Allah Yang Mengatur segala urusan, dengan nama Allah Yang Menciptakan cahaya dari cahaya. Segala puji bagi Allah Yang Menciptakan cahaya dari cahaya, Yang Menurunkan cahaya ke bukit dalam kitab yang ditulis, dengan ukuran yang tertentu, kepada Nabi yang terpilih. Segala puji bagi Allah yang dikenal kebesaran-Nya, yang masyhur keagungan-Nya, yang disyukuri dalam suka dan duka. Semoga Allah menyampaikan shalawat kepada junjungan kita Muhammad dan keluarganya yang suci. (Kitab Mafatihul Jinan, kunci-kunci surga)

Yang berminat tek arab doa ini, silahkan mengkopi dari milis “Kelurga bahagia” atau milis “Shalat-doa” berikut ini.

Wassalam
Syamsuri Rifai

Doa untuk Memperoleh kemudahan Rizki

November 4, 2009 adiandra20 Tinggalkan komentar
Bismillâhir Rahmânir Rahîm
Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad

Allâhumma inna dzunûbî lam yabqa illâ rajâu ‘afwika, wa qad qaddamtu alatal hirmâni bayna yadayya fa-as-aluka mâlâ astahiqquhu, wa ad’ûka mâlâ astawjibuhu, wa atadharra’u ilayka mâlâ asta’hiluhu, wa lam yakhfa ‘alayka hâlî wa in khafiya ‘alan nâsi kunhu ma’rifati amrî.
Allâhumma in kâna rizqî fis samâi fa-ahbith-hu, wa in kâna fil ardhi fa-azhhirhu, wa in kâna ba’îdan faqarribhu wa in kâna qarîban fayassirhu, wa in kâna qalîlan fakatstsirhu, wa bâriklî fîhi.

Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Ya Allah, sesungguhnya dosa-dosaku tak akan kekal kecuali harapan akan ampunan-Mu. Telah Aku hadapkan di depanku suatu penghalang, lalu aku memohon kepada-Mu sesuatu yang tak layak bagiku untuk Kau perkenankan, berdoa kepada-Mu sesuatu yang tak layak bagiku untuk Kau iijabahi, dan merendahkan diri kepada-Mu dengan sesuatu yang tak layak di hadapan-Mu. Namun bagi-Mu tidak tersembunyi keadaanku walaupun tersembunyi bagi manusia untuk mengetahui persoalanku yang sebenarnya. Ya Allah, jika rizkiku ada di langit turunkan, jika ada di bumi keluarkan, jika jauh dekatkan, jika dekat mudahkan, jika sedikit perbanyaklah, dan berkahi aku di dalamnya. (Mafâtihul Jinân, kunci-kunci surga, hlm 471).

Tek arab doa ini bisa dicopi dari Milis “Keluarga bahagia” atau milis “Shalat-doa” berikut ini.

Wassalam
Syamsuri Rifai

Adab sesudah berdoa

November 4, 2009 adiandra20 Tinggalkan komentar
Menurut riwayat-riwayat hadis dari Ahlul bait Nabi saw adab sesudah berdoa banyak sekali, sebagian yang terpenting adalah:

Pertama: Setiap sesudah berdoa membaca:

مَا شَاءَ اللهُ لاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ
Mâ syâallâhu lâ quwwata illâ billâh
Kehendak Allah, tiada kekuatan kecuali dengan Allah

Kalimat ini memiliki keutamaan yang besar, karena mengandung makna: pengakuan seorang hamba terhadap kehendak Allah yang mutlak, keterlepasan dari semua sebab, dan hanya bergantung pada kekuatan Allah swt.

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

“Jika sesudah berdoa seseoran membaca mâ syâallâhu lâ hawla wa lâ quwwata illâ billâh, maka Allah azza wa jalla menyatakan: Hamba-Ku telah bertekad dan patuh pada perintah-Ku, penuhi (wahai para malaikat-Ku) hajatnya.” (Al-Kafi 2: 378, hadis ke 1)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) juga berkata:

“Tidak ada seorang pun yang berdoa lalu mengakhiri doanya dengan membaca mâ syâallâhu lâ hawla wa lâ quwwata illâ billâh, kecuali doanya diijabah oleh Allah.” (Amali Ash-Shaduq: 166, hadis ke 6)

Kedua: Membaca shalawat

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang mempunyai hajat kepada Allah azza wa jalla, maka hendaknya ia memulai dengan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, kemudian mohonlah hajatnya, kemudian akhiri doanya dengan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sesungguhnya Allah azza wa jalla Maha Mulia untuk tidak memperhatikan dan tidak memenuhi hajatnya.” (Al-Kafi 2: 358, hadis ke 16)

Ketiga: Mengusapkan kedua tangan pada wajah dan kepala
Di antara adab sesudah berdoa mengusapkan kedua tangan pada wajah dan kepala.

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

“Tidaklah seorang hamba menampakkan tangannya kepada Allah Yang Maha Mulia dan Maha Perkasa, kecuali Allah azza wa jalla malu menolaknya dengan tangan hampa, sehingga Dia memenuhi tangan itu dari keistimewaan rahmat-Nya yang dikehendaki-Nya. Karenanya, jika salah seorang dari kamu berdoa, maka jangan kembalikan tangannya sebelum mengusapkan pada wajah dan kepalanya.” (Al-Faqih 1: 213)

Dalam doa-doa Ahlul bait Nabi saw disebutkan:

“Belum pernah kembali tangan yang bermohon hampa dari pemberian-Mu, dan sia-sia dari curahan karunia-Mu.” (Iddatud da`i: 210)

Keempat: Jika doanya telah diijabah maka disunnahkan membaca:

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي بِعِزَّتِهِ تَتَمُّ الصَّالِحَاتُ
Alhamdulillâhil ladzî bi’izzatihi tatammush shâlihât

Segala puji bagi Allah yang keagungan-Nya menyempurnakan semua kebaikan

(Biharul Anwar 93: 370, hadis ke 9)

Kemudian lakukanlah shalat syukur. (Biharul Anwar 95: 415)
Jika ijabah doanya masih tertunda, maka hendaknya membaca:

اَلْحَمْدُ للهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ
Alhamdulillâhi ‘alâ kulli hâl

Segala puji bagi Allah atas segala keadaan

Dan jangan bosan berdoa. (Biharul Anwar 93: 370, hadis ke 9)

Wassalam
Syamsuri Rifai

Doa sebelum belajar

November 4, 2009 adiandra20 Tinggalkan komentar
بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد
اَللَّهُمَّ اَخْرِجْنِي مِنْ ظُلُمَاتِ الْوَهْمِ، وَاَكْرِمْنِي بِنُوْرِ الْفَهْمِ. اَللَّهُمَّ افْتَحْ عَلَيْنَا اَبْوَابَ رَحْمَتِكَ، وَانْشُرْ عَلَيْنَا خَزَآئِنَ عُلُوْمِكَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Bismillâhir Rahmânir Rahîm
Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad

Allâhumma akhrijnî min zhulumâtil wahmi, wa akrimnî bi nûril fahmi. Allâhummaftah ‘alaynâ abwâba rahmatika, wansyur ‘alaynâ khazâina ‘ulûmi- ka birahmatika yâ Arhamar râhimîn.

Dengan asma AllahYang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Ya Allah, keluarkan aku dari gelapnya kebingungan dan muliakan aku dengan cahaya pemahaman. Ya Allah, bukakan kepada kami pintu-pintu rahmat-Mu, dan curahkan kepada kami khazanah-khazanah ilmu-Mu dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi.

(Mafatihul Jinan, kunci-kunci surga)

Wassalam
Syamsuri Rifai

Shalat hajat untuk memperoleh rizki

November 4, 2009 adiandra20 Tinggalkan komentar
Kisah Shalat Hajat ini
Pada suatu hari Imam Zainal Abidin (sa) menjumpai seseorang sedang duduk meminta-minta di depan pintu manusia. Beliau berkata kepadanya: Celakalah kamu, mengapa kamu duduk di depan pintu manusia ini, orang yang hidupnya suka berfoya-foya dan sombong. Lalu beliau berkata: Bangunlah! Akan aku antarkan kamu ke pintu yang lebih baik darinya, kepada Pemelihara yang jauh lebih dermawan darinya. Kemudian Imam Zainal Abidin (sa) memegang tangannya, mengantarkan sampai ke masjid Nabi saw, dan berkata kepadanya: “Menghadaplah kamu ke kiblat, shalatlah dua rakaat, kemudian angkatlah tanganmu kepada Allah ‘Azza wa Jalla, pujilah Allah, bacalah shalawat; kemudian berdoalah dengan akhir surat Al-Hasyr, enam ayat dari awal surat Al-Hadid, dan dua ayat surat Ali-Imran, kemudian mohonlah kepada-Nya apa yang kamu inginkan. Sungguh tidaklah kamu meminta sesuatu kepada-Nya kecuali Dia pasti akan memberimu.”

Cara shalat hajat ini:
• Lakukan shalat dua rakaat dengan niat untuk mencapai hajat. Setiap rakaat setelah membaca Fatihah, membaca salah satu Surat Al-Qur’an.
• Setelah salam membaca zikir pujian kepada Allah, dan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya.
• Kemudian berdoa dengan membaca akhir Surat Al-Hasyr, enam ayat dari awal Surat Al-Hadid, dan dua ayat Surat Ali-Imran, yaitu:

Law anzalnâ hâdzal qur’âna ‘a-lâ jabalin laraytuhû khâsyi’an mutashaddi’an min khasy-yatil-lâh, wa tilkal amtsâlu nadhribuhâ linnâsi la’allahum yatafakkarûn. Huwallâhul ladzî lâilâha illâ Huwa, ‘آlimul ghaybi wasy syahâdah, Huwar Rahmânur Rahîm. Huwallâhul ladzî lâ ilâha illâ Huwal Malikul Qud-dûsus Salâmul Mu’minul Muhaymin, Al-’Azîzul Jabbârul Mutakabbir, Subhânallâhi ‘ammâ yusyrikûn. Huwallâhul Khâliqul Bâriul Mushawwir, lahul asmâul husnâ, yusabbihu lahû mâ fis samâwâti wal ardhi, wa Huwal ‘Azîzul Hakîm.

Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir. Dialah Allah Yang tiada tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dialah Allah Yang tiada tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Memberi kesejahteraan, Yang Maha Memberi keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Memiliki semua keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk rupa, Dialah Yang Memiliki nama-nama yang paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Al-Hasyr/59: 21-24).

Bismillâhir Rahmânir Rahîm, sabbaha lillâhi mâ fis samâwâti wal ardhi, wa Huwal ‘Azîzul Hakîm. Lahû mulkus samâ-wâti wal ardhi, yuhyî wa yumît, wa Huwa ‘alâ kulli syay-in qadîr. Huwal Awwa-lu wal آkhiru wazh-Zhâhiru wal Bâthin, wa Huwa bikulli syay-in ‘alîm. Huwal ladzî khalaqas samâwâti wal ardha fî sittati ayyâm tsummastawâ ‘alal ‘arsyi, ya’lamu mâ yaliju fil ardhi wamâ yakhruju minhâ wamâ yanzilu minas samâi wa mâ ya’ruju fîhâ, wa Huwa ma’akum aynamâ kuntum, wallâhu bimâ ta’malûna bashîr. Lahû mulkus samâwâti wal ardhi, wa ilallâhi turja’ul umûr. Yûlijul layla fin nahâri wa yûlijun nahâra fil lâyl, wa Huwa ‘Alîmun bidzâtish shudûr.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semua yang berada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dan Dilalah Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana. Milik Dialah langit dan bumi, Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar dari padanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dia bersama kamu dimana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Milik Dialah kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan. Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati (Al-Hadid/57: 1-6).

Qulillâhumma mâlikal mulki tu’til mulka man tasyâ’ wa tun-zi’ul mulka mimman tasyâ’, wa tu’izzu man tasyâ’ wa tudzillu man tasyâ’ biyadikal khâyr, innaka ‘alâ kulli syay-in qadîr. Tûlijul layla fin nahâri wa tûlijun nahâra fil lâyl, wa tukhrijul hayya minal mayyiti wa tukhrijul mayyita minal hayy, wa tarzuqu man tasyâu bighayri hisâb.

Katakanlah: Wahai Tuhan yang memiliki kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rizki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab, tanpa perhitungan. (Ali-Imran/3: 26-27).
(Mafâtihul Jinân, kunci-kunci surga)

Yang berminat tek arab ayat-ayat Al-Qur’an tersebut, bisa mengkopi dari milis “Keluarga Bahagia” atau milis “Shalat-doa”, linknya berikut ini.

Wassalam
Syamsuri Rifai

Amalan Praktis, bermacam2 shalat sunnah dan doa-doa pilihan, Artikel-artikel Islami dan informasi Islami, klik di sini :
http://shalatdoa.blogspot.com

Amalan praktis, Adab2 dan doa2 pilihan haji dan umroh dilengkapi tek arab, bacaan tek latin dan terjemahan, klik di sini :
http://almushthafa.blogspot.com

Milis artikel2 Islami, macam2 shalat sunnah, amalan2 praktis dan doa-doa pilihan serta eBooknya, klik di sini:
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa

Milis Feng Shui Islami, rahasia huruf dan angka, nama dan kelahiran, rumus2 penting lainnya, dan doa2 khusus, klik di sini :
http://groups.google.co.id/group/feng-shui-islami